hohohoho...
Sebenarnya untuk beberapa daerah memang sudah ada yang berhasil untuk menghasilkan listrik secara swadaya namun misalnya ada perusahaan (skala besar) yang dapat menyaingi PLN, sampai saat ini tampaknya masih belum ada (atau masih belum diizinkan).
Monopoli listrik oleh PLN

Tapi kalo berbicara masalah monopoli pasti sering dihubungkan dengan kualitas pelayanannya (dalam hal ini kualitas pelayanan PLN). Logikanya jika sebuah badan/organisasi sudah memiliki hak penuh untuk menguasai suatu kebutuhan masyarakat pasti akan ada perasaan kualitas pekerjaan dan pelayanannya berkurang karena yang terasa lebih membutuhkan adalah masyrakat (walaupun seharusnya seimbang).Ibarat mbah roso (penjual mie ayam) di sekolahan,tiap istirahat akan di serbu oleh siswa/i yang kelaperan dan doyan sama mie. Karena mbah roso satu2nya penjual mie ayam dan yang doyan sama mie ayam seabreg,jadi deh hubungannya hampir mirip kayak diatas (walaupun hubungan yang simbiosis mutualisme).
Nah sebenarnya yang mesti dibangkitkan itu bukanlah menciptakan kompetitor,tapi bagaimana PLN bisa berdaya guna optimal demi kepuasan pelanggannya. Mengapa,karena untuk kedepannya semua orang akan membutuhkan pasokan listrik untuk kehidupannya. Tanpa listrik,kehidupan akan sulit untuk dibayangkan. Nah tentunya komoditinya pun tidak sebaiknya untuk dijadikan bahan pemasaran secara sembarangan (seperti yang terjadi akibat "tameng globalisasi") dengan memasukkannya dalam bisnis umum. Karena nantinya pasti akan terjadi masuknya "campur tangan" yang tidak diharapkan. "Terjajah dalam negeri sendiri" . Sudah lama negeri yang
katanya kaya ini malah jadi
babu di rumah sendiri
Semangat 17 -an nih
Tapi memang mesti ada sistem yang bener - bener transparan dan akuntabilitas terhadap masyrakat akan kinerj dan pelayanan PLN yang mumpuni. Dan misalnya PLN juga tak sanggup untuk melaksanakan kesemua tanggung jawabnya (seperti yang terjadi pemadaman dan pemerataan) yah sebaiknya di serahkan kepada pihak yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan diiringi perbaikan PLN kedepannya.